Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Nefi's Deary

 
PERSEMBAHAN PENULIS

Cerpen ini saya persembahkan utuk kedua orang tuaku tercinta yang telah berbaik hati mendidikku hingga saya bisa menulis cerpen ini dengan lancar. Serta untuk kekasiku tercinta Eko F. Setiawan yang telah mensportku sejak cerpen ini saya tulis. Dan kawan-kawanku yang saya banggakan yang telah membantuku untuk cerpen tentang kalian.

Untuk para pembaca mohon maaf jika ada penulisan yang kurang berkenan di hati pembaca. Mohon maaf karena saya baru belajar nulis cerpen.


                                                                                                            Salam Rindu

                                                                                                                  Penulis








NEVI’S DIARY

“Sial !!”
Hal itu begitu sangat membebani hidup Nevi, gadis yang baru berusia 14 tahun itu. Rambutnya yang pirang dan tebal serta tatapannya yang tajam membuat orang-orang yang ada di sekitarnya ingin mengenalnya lebih dari sekedar teman biasa. Namun entah mengapa teman-temannya selalu iri kepadanya. Hari itu juga seketika digital camera hadiah ulang tahunnya yang ke 13 tahun itu lenyap, file-file dan foto-fotonya habis tak tersisa. Dia amat marah kepada sahabatnya, Dini. Ialah yang memformat semuanya.

“Aku gak mau tahu, pokoknya kamu harus tanggung jawab denganini semua Dini !”
“Kok aku sih yang disalahin, aku kan gak tahu-menahu soal itu, kok kamu ngotot gitu sih !” sahut Dini sambil terisak-isak.

Saat itu juga Nevi berjanji tidak akan memaafkan apa yang dilakukan Dini kepadanya, berulang-ulang dia menghina dan mengejeknya di depan teman-temannya yang lain. Tapi Nevi masih sabar menghadapinya. Namun ini batas akhir kesabarannya. Nevi tidak ingin lagi berteman dengan Dini. Dia begitu membenci Dini.

Hari berganti hari, siang berganti malam, bulan berganti bulan. Dan sampai akhirnya Ulangan Akhir Semester kelas 8 SMP. Nevi benar-benar mempersiapkan dengan matang, mulai dari fisiknya sampai pelajaran-pelajan yang akan dia ulas dengan jelas. Nevi begitu tenang mengerjakan soal-soal dan dia mempu mengerjakan semuanya. Namun terkadang dia juga mencontek teman sebelahnya. He..he..he.. . Sampai pada akhirnya dia naik kelas 9 dengan peringkatke 8 di kelasnya. Dia begitu sangat bangga pada dirinya. Papahnya begitu sangat baik terhadapnya. Seketika itu dia langsung di belikan sepeda oleh Papahnya itu.  Begitu bahagianya keluarga Nevi saat itu. Namun di sisi lain, seorang yang dia benci dan dia tidak mau berteman lagi dengannya, dia adalah Dini. Teman Nevi yang dulu telah merusak digital cameranya itu. Saat sebelum penerimaan rapor itu Dini memimpikan dia dibelikan sepati basket dan HP yang super canggih sehingga teman-temannya ciut terhadapnya. Tapi itu semua dia harus mendapatkan peringkat 10 besar di kelasnya. Namun itu semua hanya mimpi. Tuhan memang maha adil. Inilah balasan dari semua kebencian Nevi terhadapnya. Sekarang Nevi lah yang mendapatkan peringkat itu.

Persingkat waktu, Nevi sudah duduk di bangku barunya di kelas 9 itu. Awalnya dia binggung harus duduk dengan siapa. Akhirnya Nisa bersedia menemani Nevi duduk bersama dengannya.

Pelajaran dimulai, Nevi lebih pintar dari Nisa. Akhirnya Nevi pindah dengan Jinda yang semula duduk dengan Pangestu. Nevi merasa dia bisa saling mengisi dengan Jinda. Dia sangat bahagia duduk dengannya. Entah mengapa Jinda yang dia kenal sebagai perempuan yang baik dan sama sekali tidak tahu-menahu tentang cinta kini menjadi sosok perempuan liar yang suka berpergian kesana-sini dengan pria yang berbeda-beda. Lama kelamaan Nevi merasa dirinya sudah tidak terlalu klop dengannya. Konflik pun mewarnai persahabatan yang mereka jalin selam ini. Ada-ada saja masalah yang dibesar-besarkan oleh Jinda, mulai dari fitnah Jinda yang mengatakan bahwa Nevi merebut pacar Jinda, dan masih banyak lagi. Nevi mulai benci terhadapnya. Akhirnya Nevi memutuskan untuk duduk dengan Ila teman dia juga. Awalnya Jinda tidak mau dengan keputusan Nevi, tapi Nevi tetap bersikukuh untuk duduk dengn Ila dan melupakan Jinda. Dengan berat hati Jinda menerima itu. Nevi dan Ila bagaikan sahabat yang patut di cintoh oleh teman-temannya yang lain. Mereka saling mengisi. Kemana-mana mereka berdua selalu bersama, bagaikan sepasang merpati putih turun dari langit. He..he..he.. .Lebai.com. Mereka senang menjalani hati-harinya itu.
Sampai pada akhirnya pelajaran olahraga mereka ditugaskan untuk membuat senam kreasi berkelompok. Nevi dan Ila membuat kelompoknya dengan menggabung kelompok Nevi dengan kelompok Fajar. Mereka berjumlah 9 orang. Nevi, Iia, Ita, Biyu, Fajar, Gebby, Galang, Zima, Galuh. Mereka semua bagaikan Gank Ekslusif yang selalu modis dan smart diantara kelompok-kelompok yang lain. Tinggal 4 hari lagi waktu yang mereka perlukan untuk membuat senam kreasi berkelompok itu. Entah dari mana Fajar selalu mendekati Nevi, mulai dari pelajaran TIK sampai kelompok senam kreasi berkelompok di rumah Fajar mereka selalu bersama. Fajar juga mengantarkan Nevi sampai depan rumahnya. Anehnya mereka seperti sepasang kekasih yang saling mencintai. Teman-temannya yang lain juga mengatakan seperti itu. Di sisi lain Ila sahabat Nevi juga merasakan hal yang sama dengan apa yang dialami sahabatnya itu. Dia juga tertarik dengan Gebby sahabat Fejar. Iia selalu merasa nyaman kalau ada di sisi Gebby. Tapi Ila tidak mau memulai agresif dengan Gebby. Dia juga tahu harga diri. Ila mengharapkan Gebby yang memulai dulu. Gebby juga suka dengan Ila. Hanya saja mereka malu untuk mengungkapkan perasaan satu sama lain. Sampai pada akhirnya Fajar jujur kepada Nevi kalau dia suka dengannya. Nevi juga sebaliknya. Mereka akhirnya jadian.


Sekarang tinggal kisah Ila dengan Gebby. Gebby berulang-ulang menunjukan rasa cintanya kepada Ila saat itu. Tapi Gebby tak pernah mengetahui kalau rasa cintanya hanya untuk Galang. Cowo jentle yang kelihatan sangat jantan di mata Ila. Ila sangat mengharapkannya,. Tetapi Galang tidak sama seperti apa yang dirasakan Ila. Sedangkan Gebby mengejar cinta Ila dan merebut hatinya yang sempat beku karna dia sekarang tak sama sekali mencintai Gebby. Ila mulai benci kepada galang. Akhirnya dia memutuskan untuk hidup sendiri tanpa pendamping hidup sepertia pacar. Gebby mengetahui hal itu. Dia amat kecewa dengan Ila. Tapi dia berusaha untuk menerimanya. Karena baginya CINTA TAK HARUS MEMILIKI, dengan melihat orang yang kita cinta bahagia maka kita turut bahagia.Tapi MEMILIKI HARUS DI CINTAI. Betul???

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar